Archive for Desember 2019
Oleh : Dini Nuraeni
Kenakalan
remaja mungkin saat ini sudah tidak asing lagi kita dengar, banyak
remaja yang tidak memikirkan dampak negatif dari perbuatan mereka
tersebut. Biasanya banyak sekali faktor-faktor sehingga mereka bisa
berbuat semau mereka meskipun mereka tahu apa yang mereka perbuat itu
salah. Memang zaman sekarang, banyak para remaja yang mudah dan gampang
untuk mempengaruhi dan di pengaruhi oleh lingkungan pergaulan mereka
seperti berkata buruk, merokok, berjudi, pemakai dan pengedar narkoba,
serta hamil di luar nikah.
Kenakalan
seperti ini biasanya di sebabkan oleh banyak faktor misalkan karena
faktor keluarga, ketika anak merasa tidak di perhatikan dan kurangnya
kasih sayang dari keluarga terutama dari orang tua sehingga anakpun akan
merasa kesepian dan akhirnya anak akan mencari kesenangan di luar dan
mereka akan bergaul bebas dengan siapa saja yang mereka inginkan. Faktor
lingkungan juga dapat mempengaruhi baik buruknya tingkah laku anak,
apabila di sekitar lingkungan tersebut baik anakpun setidaknya akan
berperilaku baik dan sebaliknya ketika dia berada di lingkungan yang
kurang baik anakpun akan berperilaku tidak baik apalagi ketika menginjak
usia remaja anak akan gampang terpengaruhi. Dan mungkin karena faktor
agama yang kurang, hal ini biasanya orang tua yang kurang memperhatikan
sehingga anak tidak mendapatkan pendidikan agama yang baik anak akan
jauh dari tuhan sehingga akan tetanam akhlak yang tidak baik pada diri
anak tersebut.
Banyak dampak
negatif dari kenakalan-kenakalan remaja bagi dirinya sendiri maupun
orang yang berada disekeliling mereka. Bila tidak segera di tangani, ia
akan tumbuh menjadi sosok yang berkepribadian buruk. Remaja yang
melakukan kenakalan-kenakalan tertentu pastinya akan di hindari atau
malah akan di kucilkan oleh banyak orang, remaja tersebut hanya akan
dianggap sebagai penganggu atau orang yang tidak berguna.
Akibat
dari di kucilkannya ia oleh orang-orang di sekitarnya, remaja tersebut
akan mengalami “gangguan kejiwaan”. Yang di maksud gangguan kejiwaan
bukan berarti gila, tapi ia akan merasa terkucilkan dalam hal
sosialisasi, merasa sangat sedih, atau malah akan membenci orang-orang
sekitarnya. Dari kenakalan remaja ini keluargalah yang menanggung malu,
hal ini tentu sangat merugikan. Bayangkan bila ada seorang remaja yang
kemudian terpengaruh pergaulan bebas, hampir bisa di pastikan dia tidak
akan memiliki masa depan cerah. Hidupnya akan hancur perlahan dan tidak
sempat memperbaikinya.
Sebaiknya
untuk para orang tua harus benar-benar bisa membimbing anak-anaknya dan
selalu memberi arahan yang baik agar tidak terjerumus dalam pergaulan
bebas. Kasih sayang dan perhatian orang tua sangat di butuhkan oleh
anak-anaknya. Dan khususnya untuk para remaja harus mempunyai kesadaran
sendiri bahwa terjerumus dalam pergaulan bebas akan membuat masa depan
suram, tingkatkan Iman agar tidak gampang tergoda oleh perilaku-perilaku
buruk.
DAMPAK DARI KENAKALAN REMAJA
Remaja
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami untuk mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Remaja" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR (Agustus 2014) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Tubuh bagian atas remaja laki-laki. Struktur tubuhnya mulai berubah dan mulai menyerupai tubuh dewasa.
Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 11 tahun sampai 21 tahun.
Definisi
Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun.[butuh rujukan] Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.[1]Dilihat dari bahasa inggris "teenager", remaja artinya yakni manusia berusia belasan tahun.Dimana usia tersebut merupakan perkembangan untuk menjadi dewasa. Oleh sebab itu orang tua dan pendidik sebagai bagian masyarakat yang lebih berpengalaman memiliki peranan penting dalam membantu perkembangan remaja menuju kedewasaan.[butuh rujukan] Remaja juga berasal dari kata latin "adolensence" yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, 1992). Remaja memiliki tempat di antara anak-anak dan orang tua karena sudah tidak termasuk golongan anak tetapi belum juga berada dalam golongan dewasa atau tua. Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek / fungsi untuk memasuki masa dewasa.Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Sedangkan menurut Zakiah Darajat (1990: 23) remaja adalah: Masa peralihan di antara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya maupun perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang. Hal senada diungkapkan oleh Santrock (2003: 26) bahwa remaja (adolescene) diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional. Batasan usia remaja yang umum digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun.[butuh rujukan]
Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu:[butuh rujukan]
- Masa remaja awal, 12 – 15 tahun
- Masa remaja pertengahan, 15 – 18 tahun
- Masa remaja akhir, 18 – 21 tahun